Tuesday, October 14, 2008

F1 & A1


F1 & A1
Hamilton Optimis Kejar Duo-Ferrari


TOKYO - Grand Prix Jepang 2008 seakan menjadi balapan terberat pembalap cLaren-Mercedes Lewis Hamilton. Tapi Hamilton optimis bisa memenangi GP China dan Brasil mendatang. Ya, usai mencicipi podium pertama di Fuji Speedway musim 2007 lalu, The Briton harus menelan kekecewaan dengan finish di posisi 12, musim ini. Disertai beberapa insiden, tentunya. Akibatnya, kini Hamilton hanya selisih lima poin dari sang rival utama, pembalap Brasil Felipe Massa. Menyusul Robert Kubica, yang yakin mampu merebut gelar juara dunia dari The Briton di dua laga balap terakhir. Hamilton memang semakin waspada. Dia tidak ingin kejadian musim lalu terulang, saat pembalap Ferrari Kimi Raikkonen merebut gelar juaranya secara mendadak. Ya, Raikkonen sukses membekap peluang emas Hamilton hanya dengan selisih satu poin. Padahal sebelumnya, kedua rival abadi itu terpaut 17 poin. Namun Hamilton yakin, kali ini dia akan bersikap tenang dan mampu mengendalikan keadaan. "Musim lalu, Ferrari sangat tangguh di China dan Brasil. Tapi musim ini, kami bisa menyusul mereka di sirkuit, di mana mereka selalu tak terkejar," ungkap The Briton seperti dilansir automoto365, Selasa (14/10/2008). "Sebaliknya, Ferrari juga mampu menyusul kami di trek yang biasa dilalui McLaren-Mercedes dengan mudah. Tapi saya optimis di laga berikutnya. Saya tahu kami akan sangat tangguh saat balapan di China pekan ini. Begitu pula dengan laga di Brasil nanti," janji Hamilton.


F1 & A1
Hubungan McLaren-Ferrari Aman


TOKYO - Meski anak buahnya terlibat insiden di sirkuit, baik Martin Whitmarsh maupun Stefano Domenicali menyatakan itu tidak akan pernah merusak hubungan baik tim Formula One (F1) McLaren-Mercedes dan Scuderia Ferrari. Ya, Domenicali menegaskan, Ferrari tidak akan memperburuk situasi di luar trek. Sebab, hubungan keduanya telah lama terjalin dengan baik. "Ketika kami berada di lintasan, kami bertarung sebagaimana mestinya. Tidak ada yang berubah, begitu pula dengan hubungan kami di luar trek," papar bos tim Kuda Jingkrak itu yakin seperti dilansir autosport, Selasa (14/10/2008). "Seseorang pernah menanyakan hal serupa di Spa. Saya jawab: tidak ada yang berubah diantara kami. Dan akan begitu selamanya," bebernya. "Saat balapan, Anda pasti akan berusaha sekeras mungkin. Nah, kami pun saling menghormati satu sama lain. Tentu saja kita tidak bisa menghindari potensi insiden, saat Anda saling bersaing, maupun saat bersinggungan. Ini berbeda dengan hubungan antar tim, di luar lintasan," lanut Domenicali. Meski demikian, Domenicali memiliki pendapat yang berbeda atas insiden yang melibatkan anak buahnya Felipe Massa dengan pembalap The Silver Arrows Lewis Hamilton. "Menurut saya, Lewis sangat agresif di tikungan pertama. Dan dua pembalap kami tepat berada di sana," ungkap Domenicali. Sekarang, dengan selisih lima poin dari Hamilton, Domenicali mewaspadai kemungkinan Massa mengejar ketertinggalan. Dia juga waspada dengan ancaman potensial dari BMW Sauber.


F1 & A1
Massa Bantah Sengaja Tabrak Hamilton


TOKYO - Pembalap Ferrari Felipe Massa membantah tuduhan yang dilayangkan Lewis Hamilton, bahwa dirinya sengaja menabrak The Briton saat laga balap jet darat Formula One (F1) memasuki Turn 11 di Sirkuit Fuji Speedway, Minggu (12/10/2008). Massa menegaskan, dia tidak bersalah. "Saya dan Hamilton sama-sama terlambat menginjak rem, dan posisi saya sedikit melebar di sisi pertama tikungan itu," kilah Felipe Massa seperti dilansir Associated Press, Selasa (14/10/2008). "Kami hanya saling bersentuhan satu sama lain. Jadi, itu adalah insiden normal saat balapan. Jika menurutnya begitu (sengaja menabrak, red), bagi saya tidak. Lagipula, kami pun langsung dikenai penalti drive-though usai balapan berakhir," lanjut pembalap Brasil tersebut. "Pertarungan itu seperti sebuah kasino besar di lintasan. Saya pun tidak terlalu optimis, terlebih jika memikirkan setiap kejuaraan yang mesti kami lalui," akunya. "Saya memiliki hubungan yang baik dengan Lewis, dan saya tidak akan merusaknya hanya karena ini," tandas Massa.


F1 & A1
Massa Waspadai Hamilton


TOKYO - Felipe Massa yakin rivalnya Lewis Hamilton akan lebih sengit bertarung di dua laga balap terakhir musim ini, terutama setelah terjadinya drama Turn 1 Grand Prix Jepang, Minggu (12/10/2008). "Dua balapan berikutnya akan berlangsung alot, dan menyulitkan semua pembalap. Saya yakin Hamilton bisa sangat tangguh nanti, kami pun demikian," harap Massa. "Sangat sulit menilai satu balapan saja. Kita harus melihat satu demi satu kompetisi balap. Mungkin, saat ini Anda di sini dan menuai hasil buruk. Tapi, saat menghadapi balapan berikutnya, Anda tiba-tiba sangat tangguh di lintasan. Siapa yang tahu?" beber pembalap Brasil itu seperti dilansir autosport, Selasa (14/10/2008). Ya, Lewis Hamilton sebelumnya telah berjanji akan bermain aman untuk mengamankan poin. Tapi, tindakan agresifnya nyelonong mendahului Kimi Raikkonen di tikungan pertama telah mengunci posisi Hamilton di Gunung Fuji. Insiden itu tidak hanya membuat urutan finish The Briton melorot ke posisi 12. Sebab, persinggungan kali kedua yang melibatkan Felipe Massa, membuat Hamilton harus ikhlas menyelesaikan laga di Fuji Speedway tanpa poin. Kenyataan tersebut tidak membuat Massa kemudian meremehkan Hamilton. Menurutnya, Hamilton akan jauh lebih kuat nanti.


F1 & A1
Posisi Piquet Belum Aman


TOKYO – Kegemilangan Nelson Piquet di Sirkuit Fuji Speedway agaknya belum membuat psosisi sebagai pembalap Renault aman. Meski finish di posisi keempat Grand Prix Jepang Sekaligus mempersembahkan poin penting untuk Renault, namun Piquet ternyata belum bisa memenangkan hati bos tim Flavio Briatore. Ya, Briatore masih meragukan potensi pembalap Brasil tersebut. "Kami memang akan berusaha keras hingga akhir musim. Tapi, hasil satu kali balapan tidak akan mengubah persepsi kami begitu saja. Kita lihat saja nanti, baru kami bisa mengambil keputusan," tegas Briatore. "Apa yang diperolehnya kali ini, itu biasa," lanjutnya seperti dilansir autosport, Selasa (14/10/2008). Namun menurutnya, poin terbaik sepanjang karir balapan Piquet di ajang balap jet darat Formula One (F1) itu memang mampu memenuhi keinginan tim. Kabarnya, test driver Renault Lucas di Grassi lah yang berpotensi menggantikan posisi Piquet, bersanding dengan raja balapan malam sekaligus penakluk Fujiyama, Fernando Alonso. Itu jika Renault benar-benar akan mengubah jajaran formasi pembalapnya, musim depan.


F1 & A1
Massa Kagumi Hamilton


TOKYO - Perang dingin berbuah insiden yang melibatkan duo Ferrari versus duo cLaren di lintasan Fuji Speedway, Minggu (12/10/2008), tidak membuat pembalap Ferrari Felipe Massa panas. Ya, Ferrari menegaskan hubungan baiknya dengan kubu McLaren tidak akan dikotori oleh tensi tinggi di sirkuit saat ajang balap jet darat Formula (F1) itu berlangsung. Massa pun mengaku, peristiwa itu tidak akan pernah merubah hubungannya dengan Hamilton. "Kami menjalin hubungan ini dengan sangat baik. Saya kagum padanya, baiks sebagai seorang pembalap maupun secara personal. Saya tidak mau membawa persoalan balapan keluar dari lintasan," tegas Massa seperti dilansir autosport, Selasa (14/10/2008). "Saya sama sekali tidak bermasalah dengannya, saya pun biasa menyapanya," aku Massa. Kadang, kami mendiskusikan banyak hal, atau sekedar berbincang. Saya tidak akan berubah," beber pembalap Brasil itu
terkait insiden di Turn 11, saat dirinya bersenggolan dengan The Briton.

No comments: